Hari Jumat tanggal 3 Juli 2009
Bangun pagi hari jam 5.30 WIB, beuuhh dingin banget khas Kaliurang. Bangun, cuci muka, sekalian menunggu pagi hari; Aku, Uwi, Mas Rais, dan Mbak Lia berolahraga jalan- jalan pagi mengitari Kaliurang. Kita membeli gorengan di dekat Wisma Puas. Setelah puas jalan- jalan, kami kembali lagi ke pondokan dan wuiih . . sarapan pagi sudah siap. Sembari menunggu jam 8.30 WIB untuk kumpul lagi di Balai Desa Hargobinangun, banyak dari kita makan pagi, main gitar, dan bersih- bersih diri.
Setibanya di Kantor Desa Hargobinangun pukul 09.00 WIB, kita mengalami miskoordinasi dengan pihak desa. Pertemuan desa yang dilaksanakan setiap hari Jumat, ternyata hanya dihadiri oleh beberapa pewakilan dari pihak unit. Di sana pun, kita bertemu dengan teman- teman KKN dari UNY dan ISI Yogyakarta. Rame juga nih KKN pada kesempatan kali ini.
Karena hanya beberapa orang saja yang diundang untuk rapat desa, anggota subunit memutuskan untuk pergi survey dan sosialisasi ke daerah masing- masing. Pada pukul 09.30, kita sampai ke daerah Ngipiksari, ke tempat Pak Dukuh kembali. Alhamdulillah, di sana kita bertemu dengan Pak Dukuh yang beliau selesai dari acara nyekar bapaknya. Kita menanyakan beberapa hal mengenai keadaan desa Ngipiksari dan meminta ijin untuk observasi daerah Ngipiksari.
Observasi kita pertama kali adalah kandang sapi di belakang rumah Pak Kadus. Sejak seminggu yang lalu, desa Ngipiksari mendapat bantuan dari pihak Sari Husada mengenai peningkatan mutu susu sapi dan oleh pihak Pertamina berupa pembuatan instalasi biogas. Program seperti ini sangat membantu kesejahteraan masyarakat. Pada pukul 10.30 kita mulai observasi ke daerah warga. Kami mendatangi rumah ibu kosnya mbak Yunas dan satu per satu rumah masing- masing Pak RT. Dukuh Ngipiksari terdiri dari 2 RW dan 6 RT. Pada kesempatan kali ini, kita belum dapat menemui masing- masing Pak RT karena sebagian masih ada yang bekerja dan ada yang punya gawe. Sehingga pada jam 11.00, kita memutuskan untuk kembali ke pondokan dan menyegerakan ibadah sholat Jumat.
Kira- kira sekitar pukul 13.00 setelah menyelesaikan ibadah sholat Jumat, aku dan Uwie pergi survey ke tempat yang akan kami gunakan untuk sekolah pembelajaran di alam. Oleh Mas Mar, kami disarankan Mas Mar untuk pergi ke daerah Boyong karena di situ terdapat kawasan alam yang menarik untuk kegiatan outdoor. Boyong itu mana? Kita bingung, eh ternyata Boyong itu adalah Gardu Pandang. Alhasil, kita langsung cabut menuju ke gardu Pandang. Kita mulai melihat- lihat tempat yang akan digunakan untuk kegiatan kita. Setelah kiranya kita cukup utnuk melihat- lihat tempat, kita kembali lagi ke pondok untuk melakukan kegiatan yang lain.
Pada malam harinya, kita melakukan kunjungan ke tempat pak Bardi, Ketua RT 05 RW 13 dan pergi ke tempat pertemuan RW 13 di rumah Pak Sukoco. Di dalam pertemuan itu, juga dihadiri oleh Pak Kades, Pak RW, para Ketua RT di RW 13, para perangkat RW, dan juga bersama- sama teman- teman dari ISI Yogyakarta. Sekitar 2 bulan ini, Desa Hargobinangun menerima sekitar 130 mahasiswa yang berasal dari 4 perguruan tinggi di Yogyakarta, antara lain: UGM, ISI, AKPRIND, dan UNY. Di rapat yang berlangsung hampir sekitar 2, 5 jam ini, banyak sekali hal- hal yang dibicarakan. Kita mulai dengan memperkenalkan sub unit KKN kita, yang kemudian disusul dengan penjabaran kegiatan dan program yang akan kita lakukan di Ngipiksari. Dari program- program yang kita tawarkan, Kita mendapat tanggapan dan feedback dari ketua RT dan RW. Setelah pertemuan RW selesai, kita dipanggil oleh Pak Kades untuk diberikan sedikit pengarahan mengenai program- program yang akan kita kerjakan nanti.
Malam semakin larut, aku, uwie, april, daiyen, putri, fitri, dan wulan mulai mengisi Kartu K kami. Untuk agenda hari besok, kami harus membuat Laporan Rancana Kegiatan yang akan dijadikan sebagai dasar pelaksanaan kegiatan. Hmmm . . .
Hari ketiga telah dilewati. Kira- kira apa yang akan menanti aku di sana, di hari berikutnya, di Kaliurang?
Let the time tells our story


0 komentar:
Posting Komentar