Hari Minggu tanggal 05 Juli 2009
Pukul 05.30 pagi, seperti biasanya, it’s time to jalan- jalan. Aku dan Mas Rais pergi ke taman bermain Kaliurang utnuk mencari makanan khas Kaliurang, “Jadah Tempe” Ketika sampai di sana, sepaket jadah tempe masing- masing berharga tujuh ribu, sehingga kita memutuskan untuk membeli 2 paket saja untuk dibawa pulang ke pondokan.
Seperi apa yang telah direncanakan kemarin malam, kebanyakan agenda hari ini adalah untuk menyelesaikan LRK pribadi kita yang nanti akan dikumpulkan oelh Mbak Pemmy selaku Kormasit Ngipiksari untuk dibuat menjadi LRK Sub unit. Sekitar pukul 09.30, kita seklaster Soshum berkumpul untuk saling berbagi pikiran mengenai pengisian LRK. Kertas 3 lembar itu cukup membuat kita bingung, karena perbedaan pemahaman kita mengenai LRK, sehingga sangat memungkinkan satu item LRK mempunyai banyak arti oleh teman- teman. Keep cool and focus, friend!
Ketika matahari sudah mulai agak terik, setelah Daiyen melakukan survey ke daerah Kaliurang Barat, kita memutuskan untuk pergi ke Kantor Desa Hargobinangun untuk bertemu dengan Pak Endar selaku Kabag. Administrasi Desa. Rencananya kita ingin mencari beberapa hal mengenai sistem administrasi desa. Kita ingin mencari link and match antara sitem adminitrasi yang telah dijalankan di daerah Dukuh Ngipiksari dengan Desa Hargobinangun. Pada kesempatan kali ini, kita hanya bisa bertemu dengan Pak Nashirin, salah satu dari staf administrasi desa yang mengatakan bahwa Pak Endar sedang ada acara di Kantor Kecamatan Pakem. Pak Nashirin belum bisa memberi informasi mengenai administrasi desa karena Pak Endar yang mempunyai otoritas tentang ini. Sekitar pukul 11.30, aku dan Daiyen balik ke pondokan untuk menyelesaikan LRK yang belum selesai.
Di hari ini, aku dan Uwie merencanakan untuk bertemu dengan Pak Tarman untuk menanyakan beberapa hal mengenai kegiatan entrepreneurship di daerah Kaliurang. Karena kami masih ‘sibuk’ mengerjakan LRK, rencana ke Pak Tarman kita tunda dulu besok. Sore harinya kita berkunjung ke tempat Pak Hono, pemilik kereta wisata di Kaliurang. Rencananya kita akan menggunakan kereta itu sebagai alat transportasi bagi anak- anak yang akan kita ajak belajar bersama di alam di wialayah Gardu Pandang. Di sana kita bertemu dengan Bu Sum, kakak kandung dari Pak Hono. Kita diberitahu oleh Bu Sum bahwa Pak Hono-nya sedang menjalankankan ‘kereta’nya di taman bermain Kaliurang. Biasanya kalau malam minggu seperti ini, Pak Hono bisa menjalankan keretanya sampai malam hari karena banyaknya para wisatawan yang datang untuk weekend.
Karena Pak Hono kan pulang nanti malamnya, kita menuju ke tempat Gardu Pandang Boyong di sebelah utara rumah Pak Hono. Kita melakukan observasi lagi yang lebih detail bersama aku, adi, uwie, daiyen, april, dan putri. Kita ingin mencari konsep dan jenis acara yang akan kita laksanakan di tempat itu. Dengan kita mengetahui daerah yang akn kita gunakan untuk sekolah alam, kita bisa menyesuaikan materi dan pembelajaran yang akan kita berikan ke anak- anak. Adzan Maghrib telah kita untuk segera kembali ke daerah pondokan.Pulang Coy.
Pada malam harinya, Mbak Pemmy telah pulang ke pondokan setelah siang harinya dia berobat ke Jogja karena suaranya ‘hilang’. Kita masih berdiskusi mengenai apa saja yang akan kita cantumkan di LRK kita masing- masing sebelum direkap menjadi satu LRK sub unit. Aku tidur awal sekitar jam 20.30 karena badanku capek sekali.
Hari keempat telah dilewati. Kira- kira apa yang akan menanti aku di sana, di hari berikutnya, di Kaliurang?
Let the time tells our story

